
Proyek konstruksi dan komersial membutuhkan banyak layanan dengan menyesuaikan jumlah transaksi. Tanpa keahlian dan perencanaan yang memadai, setiap proyek konstruksi akan mengalami penundaan dan kelebihan biaya sehingga mengakibatkan biaya meningkat pesat dan tenggat waktu yang sudah terlewat. Saat ini sudah banyak teknologi yang sudah dikembangkan untuk menghindari kelebihan biaya tersebut dan salah satu yang cukup dikenal adalah Building Information Modelling atau BIM.
Apa itu Building Information Modeling (BIM)
BIM merupakan pemodelan yang komprehensif yang digunakan oleh semua tim proyek yang terlibat seperti arsitek, insinyur, struktur, hingga kontraktor utama) untuk bekerja sama dalam menentukan elemen bangunan, sistem, serta komponen yang diharapkan akan dimasukkan ke dalam bangunan. Hal ini akan memberikan wawasan yang kuat tentang penyelesaian bangunan, struktur, posisi dan ukuran ruang kosong layanan, serta mendeteksi benturan. Dengan memanfaatkan BIM, proyek konstruksi dapat dikelola dengan lebih efisien, mengurangi risiko dan meningkatkan kolaborasi antar tim.
Baca juga: Peran Building Information Modeling dalam Meningkatkan Kolaborasi SBUJK
Manfaat Building Information Modeling (BIM)
Ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan jika menerapkan BIM, seperti:
1. Perencanaan dan Desain yang Lebih Baik
BIM memungkinkan bangunan yang sudah selesai dibangun serta layanan yang terkait untuk divisualisasikan di layar sebelum peletakan batu pertama.
2. Perubahan Desain yang Mudah
BIM didesain untuk dapat digunakan secara bersama-sama dari berbagai divisi, sehingga memudahkan untuk diubah ketika hendak melakukan pertemuan bersama.
3. Pengerjaan Ulang Minimal di Lokasi
BIM memudahkan visibilitas area masalah potensial yang memungkinkan kesalahan diperbaiki deteksi benturan. Hal ini mengurangi kebutuhan pengerjaan ulang dan revisi lokasi yang mahal sehingga dapat menghemat tenaga kerja dan material.
4. Prafabrikasi BIM
BIM memungkinkan kontraktor dan subkontraktor memvisualisasikan proyek, sehingga menyediakan waktu untuk melakukan prafabrikasi pekerjaan di luar lokasi dengan lebih mudah dan tepat.
5. Perangkat Lunak Gratis
Semua pihak yang terlibat dalam proyek dapat menggunakan model ‘view only’ pada software gratis.
6. Informasi Seumur Hidup bagi Pengguna
Mereka yang menerapkan BIM, model dapat diisi dengan data yang mudah dibaca dan ditemukan. Setiap sistem dan komponen individual dalam model berisi informasi tentang ukuran, warna hingga data perawatan.